Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Sekolah. Tampilkan semua postingan

Sekolahku Membangun 3 Titik Hotspot

On Kamis, Februari 18, 2010 6 komentar
Untuk menunjang system pembelajaran, SMA N EGERI 1 Purwareja Klampok membangun 3 titik Hotspot di sekolah. Mengapa dibangun 3 titik sekaligus? So pasti karena SMANSA PERJAKA ini sangat luas. Jadi tidak cukup hanya 1 titik saja. Dan agar seluruh sudut sekolah dapat di akses Internet dengan gratis.










Berikut denah titik Hotspot di SMA Negeri 1 Purwareja Klampok.























Titik Pertama, berada di depan Taman Baca. Di tempat ini, para siswa dapat mengakses Internet di bawah pohon yang rimbun. Waw.. Sejuknya…
















Titik Kedua, Berada di depan Ruang TU(Tata Usaha). Di Bangun disini agar area hotspot dapat mencakup lapangan upacara tengah, sampai di depan kantin juga lo…. Jadi para siswa bias makan di kantin sambil baca-baca artikel pengetahun.
















Titik Ke tiga, berada di depan Ruang Kesiswaan. Di bangun disini agar area hotspot dapat mencakup samping sekolah, indoor/GOR, sampai lapangan belakang juga..































Sistem pembelajaran di SMA N 1 Purwareja Klampok ini menggunakan “moving class”. Dengan adanya free hotspot ini, para siswa dapat mencari informasi dengan cepat di seluruh lingkungan sekolah.















So pasti, para siswa di perbolehkan membawa laptop di sekolah. Asalkan digunakan sebaik mungkin. Apalagi sekolah terbersih ke 2 se’Jawa Tengah ini telah menjadi RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) yang diwajibkan seluruh siswa dapat mengakses internet dengan gratis.








Baca Selengkapnya......
Pada tanggal 5 Januari 2009 PMR (Palang Merah Remaja) SMA Negeri 1 Purwareja Klampok ikut terjun ke masyarakat, untuk mebantu pelaksanaan pengecekan kesehatan yang dilakukan oleh Paguyuban Lansia (Desa Prwareja). Paguyuban Lansia ini terletak di Desa Purwareja RT 02 RW 07. Paguyuban ini memang secara rutin mengadakan pemeriksaan gratis untuk para orang tua yang telah berusia lanjut. Misalnya pengecekan kesehatan.




Namun Paguyuban yang didirikan oleh H. Soepadi ini memang kekurangan tenaga. Karna banyaknya para lansia yang dating tidak seimbang dengan petugas yang menanganinya.

Oleh karna itu, dalam hal ini PMR SMA Negeri 1 Purwareja Klampok sangat prihatin dengan kondisi ini. Dan denga sikap cepat dan tanggap, PMR yang diampu oleh Ibu Asih Trisnowati ini langsung menuju ke tempat Pauyuban Lansia untuk membantu pelaksaan pelayanan pada masyarakat.






Sebelumnya para anggota PMR ini memang sudah dibekali dengan ilmu – ilmu kesehatan yang memadai. Karena mereka selalu mengikuti kegiatan ekstrakulikuler PMR secara rutin.

























































































PMR SMA Negeri 1 Purwareja Klampok Bersama Paguyuban Lansia Desa Purwareja
Baca Selengkapnya......
Pada tanggal 2 Maret 2009, Kabupaten Banjarnegara menunjuk SMA Negeri 1 Purwareja Klampok untuk dipercaya mengirimkan siswanya untuk mengikuti “Lomba Kreasi Batik Se- Jawa Tengah”. SMA Negeri 1 Purwareja Klampok mengirimkan 4 peserta. Yaitu Prawito (XI IPA2), Dewi Asih (XI IPA3), Dedi Kusuma (XI BAHASA2), dan Permata Raharja Putra (XII IPA1). Dan perlombaan ini bertempat di Pendopo Bupati Tegal.

Sebeumnya para peserta dari SMA Negeri 1 Purwareja Klampok ini telah menerima pelatihan dari SANGGAR BATIK GUMELEM (Banjarnegara). Setiap hari mereka berlatih membatik di desa terpencil itu. Dari pagi hingga malam mereka selalu berlatih dan berusaha semaksimal mungkin.



Sanggar Batik Gumelem adalah sentral batik pertama di kabupaten Banjarnegara. Batik Gumelem ini adalah hasil karya asli warga setempat. Diantaranya para ibu – ibu rumah tangga dan para remaja sekitar. Batik gumelem memiliki cirikhas yang sangat berbeda dengan batik – batik yang lain. Batik Gumelem memiliki kerumitan yang sangat banyak. Dan biasanya menggunakan back ground warna gelap. Sehingga bernuansa berani dan sangat indah jika digunakan pakaian.




Pada asat lomba batik dimulai, para siswa diberi waktu selama 7 jam penuh. Dalam waktu yang lama itu, para peserta dapat dengan leluasa mengekspresikan inspirasinya di dalam kain batik tersebut.



















Setelah 7 jam selesai, tepatnya pada jam 20.00 WIB, saatnya pengumuman hasil kejuaraan dimulai. Lawan dari Batik Gumelem memang sangat sulit. Yaitu ada batik solo, magelang yang lebih terkenal. Namun SMA Negeri 1 Purwareja Klampok tetap percaya diri.

Pada ahirnya saat dibacakan pengumuman. Ternyata SMA Negeri 1 Purwareja Klampok mendapatkan juara ke 2. Juara 1 diraih oleh SMA 19 Surakarta, yang membuat batik Solo. Dan juara 3 diraih oleh SMA 1 Tegal.

Walaupun mendapatkan juara 2, Kami sangat bangga menjadi siswa SMA Negeri 1 Purwareja Klampok. Karna setidaknya SMA Negeri 1 Purwareja Klampok telah memperkenalkan Batik Gumelem sebagai hasil kebudayaan warga Banjarnegara asli.



Semoga saja, ada banyak lagi Lomba Batik di Negara ini., karena di jaman yang modern ini, batik mulai perlahan punah. Dan dengan adanya perlombaan semacam ini, batik di Indonesia tidak akan punah. sayapun telah mengikuti ekstrakulikuler membatik di SMA Negeri 1 Purwareja Klampok.






































Dimohon para remaja seluruh Indonesia, jangan sampai membiarkan kebudayaan – kebudayaan Indonesia punah. Kita sudah kehilangan Seni Budaya Angklung, yang kini dimiliki Malaysia. Karena tidak ada yang mengurusi Angklung di sini. Namun kita harus berjuang memegang erat – erat kebudayaan Indonesia agar tak punah. SEMANGAT PARA REMAJA!!!!!!!!
Baca Selengkapnya......
Dengan adanya peningkatan yang sangat pesat, SMA Negeri 1 Purwareja Klampok segera menuju taraf yang lebih tinggi, yaitu SBI (Sekolah Bertaraf Internasional), yang sebelumnya hanya bertaraf Nasional.
Adanya:
1. Fasilitas yang sangat mencukupi,
2. Para pendidik yang memadai,
3. Lokasi lingkungan sekolah yang mendukung,
4. Telah diselenggarakanya Moving Class,
5. Prestasi siswa yang terus meningkat,
6. Kedisiplinan yang baik

Dengan adanya 5 faktor tersebut, SMA Negeri 1 Purwareja Klampok dipilih oleh Dinas Pendidikan Nasional untuk menuju ke tingkat lebih tinggi.

Namun dala hal ini, SMA Negeri 1 Purwareja Klampok belum resmi 100 % menjadi Sekolah Bertaraf Internasional, namun dengan melalui beberapa tahap.Yaitu yang pertama adalah peninjauan langsung dari pihak Dinas Pendidikan Pusat yang akan dilaksanakan tanggal 19 Maret 2009.

Oleh karena itu, pihak SMA Negeri 1 Purwareja Klampok sedang bekerja keras untuk merapikan struktur,infrasrtuktur yang ada di sekolah.

Mulai dari kebersihan yang berkala, memperindah di setiap gedung kelas, merapikan infrasrtuktur sekolah, kegiatan – kegiatan, sampai pembuatan profil sekolah secara visual.

Walaupun SMA Negeri 1 Purwareja Klampok bukan berada di kota besar, melainkan di desa, SMA Negeri 1 Purwareja Klampok selalu terdepan. Baik dalam prestasi siswa,prestasi guru dan lingkungan.

Sebelum resmi menjadi status SBI, SMA Negeri 1 Purwareja Klampok akan menjadi status RSBI terlebih dahulu. Atau disebut Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. RSBI tersebut harus berjalan selama 5 tahun. Setelah itu baru menjadi status SBI.

Walaupun harus melalui tahap RSBI, kami sebegai siswa SMA Negeri 1 Purwareja Klampok merasa sangat bangga. Karena walaupun kami di desa, akan segera mendapatkan pendidikan dengan kualitas tertinggi.
















































































Kami sebagai siswa selalu mendukung semua kegiatan – kegiatan yang diselenggarakan sekolah. Kamipun berjuang untuk menyukseskan sekolah tercinta ini.
Baca Selengkapnya......

Studi Kelautan di Cilacap

On Senin, Maret 16, 2009 0 komentar
Pada Hari minggu, 8 maret 2009. kelas X, SMA N 1 Purwareja klampok, melakukan studi lapangan ke pantai karang bolong cilacap. kunjungan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat jenis2 mahluk laut di habitat aslinya. Ide kunjungan ini dipelopori oleh bapak Bandu suharjono, SPd selaku guru biologi yang penuh ide dan gagasan yang inovatif.

Dengan kami ke pantai itu, kami meneliti 6 bab pelajaran Biologi sekaligus. Yakni yang menyangkut materi porifera, coelenterata, mollusca, echinodermata, algae, ekosistem pantai, dan hutan payau.

Keuntungan lainnya dari observasi wisata pantai itu,kami terbawa dengan suasana pembelajaran lebih menyenangkan, kami lebih termotivasi dalam belajar biologi, dan hasil observasi dapat dijadikan bahan awetan serta dapat dijadikan sebagai alat peraga laboratorium bologi.

1. Kami Berangkat bersama dari sekolah jam 7.00









2. Setelah sesampainya di Cilacap, kami langsung ditempatkan di tempat pelelangan ikan (TPI). Dalam TPI tersebut kami melakukan pengamatan Pisces (ikan). Kemudian kami membeli Cephalophoda untuk melakukan pengamatan dan pembedahan.














3. Pada jam 11.00 kami melakukan perjalanan ke teluk penyu dengan kegiatan Pengamatan kerangka Mollusca di pedagang souvenir, kemudian kami mencari dan mengamati contoh dari kelas Amphineura,Schapophoda,Bivalvia dan Gastrophoda.dan kami mencari semua itu secara langsung di pantai dan sekitarnya.

4. Kami menuju NusaKambangan: Pengamatan langsung Porifera, Coelenterata, Mollusca, Echinodermata dan Alga. Semua mahluk itu kami harus mendapatkan semua jenis kelas tersebut. Sebelumnya kami telah mempelajari jenis – jenis hewan itu dengan seksama. Kami menggunakan seser dan kantong tangan sebagai media mendapatkanya. Dalam menyusuri pantai, kami sangat tidak boleh merusak ekosistem yang ada di sekitar pantai tersebut. Dan kamipun dibatasi mendapatkanya,yaitu maksimal setiap kelompok mendapatkan 5 hewan dari setiap jenis, tidak boleh lebih.

HASIL PENGAMATAN

Porifera

Porifera (Latin: porus = pori,fer = membawa) atau spons atau hewan berpori adalah sebuah filum untuk hewan multiseluler yang paling sederhana.

Ciri-ciri morfologinya antara lain:
• tubuhnya berpori (ostium)
• tubuh porifera asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial.
• berbentuk seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan
Ciri-ciri anatominya antara lain:
• memiliki tiga tipe saluran air, yaitu askonoid, sikonoid, dan leukonoid
• pencernaan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit
Porifera hidup secara heterotrof. Makanannya adalah bakteri dan plankton. Makanan yang masuk ke tubuhnya dalam bentuk cairan sehingga porifera disebut juga sebagai pemakan cairan. Habitat porifera umumnya di laut.
Reproduksi
Porifera melakukan reproduksi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan tunas dan gemmule. Gemmule disebut juga tunas internal. Gemmule dihasilkan menjelang musim dingin di dalam tubuh Porifera yang hidup di air tawar. Secara seksual dengan cara peleburan sel sperma dengan sel ovum, pembuahan ini terjadi di luar tubuh porifera.
Peran Porifera dalam kehidupan
Beberapa jenis Porifera seperti Spongia dan Hippospongia dapat digunakan sebagai spons mandi.
Zat kimia yang dikeluarkannya memiliki potensi sebagai obat penyakit kanker dan penyakit lainnya.

Coelenterata (Cnidaria)

Karang yang ada di pantai tebentuk dari kerangka luar tubuh salah satu jenis coelenterata.Coelenterata (dalam bahasa yunani, coelenteron = rongga) adalah invertebrata yang memiliki rongga tubuh.Rongga tubuh tersebut berfungsi sebagai alat pencernaan (gastrovaskuler).Coeleanterata disebut juga Cnidaria (dalam bahasa yunani, cnido = penyengat) karena sesuai dengan cirinya yang memiliki sel penyengat.Sel penyengat terletak pada tentakel yang terdapat disekitar mulutnya.
Coelenterata memiliki struktur tubuh yang lebih kompleks.Sel-sel Coelenterata sudah terorganisasi membentuk jaringan dan fungsi dikoordinasi oleh saraf sederhana.

Ciri tubuh
Ciri tubuh Coelenterata meliputi ukurang, bentuk, struktur, dan fungsi tubuh.
Ukuran dan bentuk tubuh
Ukuran tubuh Coelenterata beraneka ragam.Ada yang penjangnya beberapa milimeter, misal Hydra dan ada yang mencapai diameter 2 m, misalnya Cyanea.Tubuh Coelenterata simetris radial dengan bentuk berupa medusa atau polip.Medusa berbentuk seperti lonceng atau payung yang dikelilingi oleh “lengan-lengan” (tentakel).Polip berbentuk seperti tabung atau seperti medusa yang memanjang.
Struktur dan fungsi tubuh
Coelenterata merupakan hewan diploblastik karena tubuhnya memiliki dua lapisan sel, yaitu ektoderm (epidermis) dan endoderm (lapisan dalam atau gastrodermis).Ektoderm berfungsi sebagai pelindung sedang endoderm berfungsi untuk pencernaan.Sel-sel gastrodermis berbatasan dengan coelenteron atau gastrosol.Gastrosol adalah pencernaan yang berbentuk kantong.Makanan yang masuk ke dalam gastrosol akan dicerna dengan bantuan enzim yang dikeluarkan oleh sel-sel gastrodermis.Pencernaan di dalam gastrosol disebut sebagai pencernaan ekstraseluler.Hasil pencernaan dalam gasrosol akan ditelan oleh sel-sel gastrodermis untuk kemudian dicerna lebih lanjut dalam vakuola makanan.Pencernaan di dalam sel gastrodermis disebut pencernaan intraseluler.Sari makanan kemudian diedarkan ke bagian tubuh lainnya secara difusi.Begitu pula untuk pengambilan oksigen dan pembuangan karbondioksida secara difusi.Coelenterata memiliki sistem saraf sederhana yang tersebar benrbentuk jala yang berfungsi mengendalikan gerakan dalam merespon rangsangan.
Sistem saraf terdapat pada mesoglea.Mesoglea adalah lapisan bukan sel yang terdapat diantara lapisan epidermis dan gastrodermis.Gastrodermis tersusun dari bahan gelatin.
Tubuh Coelenterata yang berbentuk polip, terdiri dari bagian kaki, tubuh, dan mulut.Mulut dikelilingi oleh tentakel.Coelenterata yang berbetuk medusa tidak memiliki bagian kaki.Mulut berfungsi untuk menelan makanan dan mengeluarkan sisa makanan
karena Coelenterata tidak memiliki anus.Tentakel berfungsi untuk menangkap mangsa dan memasukan makanan ke dalam mulut.Pada permukaan tentakel terdapat sel-sel yang disebut knidosit (knidosista) atau knidoblas.Setiap knidosit mengandung kapsul penyengat yang disebut nematokis (nematosista).
Cara hidup
Coelenterata hidup bebas secara heterotrof dengan memangsa plankton dan hewan kecil di air.Mangsa menempel pada knodosit dan ditangkap oleh tentakel untuk dimasukkan kedalam mulut.Habitat Coelenterata seluruhnya hidup di air, baik di laut maupun di air tawar.Sebagaian besar hidup dilaut secara soliter atau berkoloni. Ada yang melekat pada bebatuan atau benda lain di dasar perairan dan tidak dapat berpindah untuk bentuk polip, sedangkan bentuk medusa dapat bergerak bebas melayang di air.
Reproduksi
Reproduksi Coelenterata terjadi secara aseksual dan seksual.Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas.Pembentukan tunas selalu terjadi pada Coelenterata yang berbentuk polip.Tunas tumbuh di dekat kaki polip dan akan tetap melekat pada tubuh induknya sehingga membentuk koloni. Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet (ovum dengan sperma).Gamet dihasilakan oleh seluruh Coelenterata bentuk medusa dan beberapa Coelenterata bentuk polip.Contoh Coelenterata berbentuk polip yang membentuk gamet adalah hydra.

Moluska
Moluska (filum Mollusca, dari: molluscus = lunak) merupakan hewan triploblastik selomata yang bertubuh lunak. Ke dalamnya termasuk semua hewan lunak dengan maupun tanpa cangkang, seperti berbagai jenis siput, kiton, kerang-kerangan, serta cumi-cumi dan kerabatnya.
Moluska merupakan filum terbesar kedua dalam kerajaan binatang setelah filum Arthropoda. Saat ini diperkirakan ada 75 ribu jenis, ditambah 35 ribu jenis dalam bentuk fosil. Moluska hidup di laut, air tawar, payau, dan darat. Dari palung benua di laut sampai pegunungan yang tinggi, bahkan mudah saja ditemukan di sekitar rumah kita.
Moluska dipelajari dalam cabang zoologi yang disebut malakologi (malacology).

Ciri tubuh

Tubuh tidak bersegmen. Simetri bilateral. Tubuhnya terdiri dari "kaki" muskular, dengan kepala yang berkembang beragam menurut kelasnya. Kaki dipakai dalam beradaptasi untuk bertahan di substrat, menggali dan membor substrat, atau melakukan pergerakan.
Ukuran dan bentuk tubuh
Ukuran dan bentuk tubuh moluska sangat bervariasi. Misalnya, siput yang panjangnya hanya beberapa milimeter dengan bentuk bulat telur. Namun, ada juga cumi-cumi raksasa dengan bentuk torpedo bersayap yang panjangnya lebih dari 18m.

Strukur dan fungsi tubuh
Tubuh hewan ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu kaki, badan, dan mantel.
Sistem saraf moluska terdiri dari cincin saraf yang memiliki esofagus dengan serabut saraf yang menyebar. Sistem pencernaannya lengkap, terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus.
Anatomi moluska relatif mirip dengan vertebrata. Hal ini menyebabkan banyak ahli memperkirakan bahwa vertebrata dan moluska masih memiliki kedekatan hubungan evolusi. Hal ini diperkuat pula dengan kenyataan bahwa moluska, terutama Cephalopoda, memiliki otak yang berkembang baik dan beberapa di antaranya terbukti memiliki kemampuan mengingat yang kuat.

Bivalvia
Bivalvia adalah kelas dalam moluska yang mencakup semua kerang-kerangan: memiliki sepasang cangkang (nama "bivalvia" berarti dua cangkang). Nama lainnya adalah Lamellibranchia, Pelecypoda, atau bivalva. Ke dalam kelompok ini termasuk berbagai kerang, kupang, remis, kijing, lokan, simping, tiram, serta kima; meskipun variasi di dalam bivalvia sebenarnya sangat luas.
Kerang-kerangan banyak bermanfaat dalam kehidupan manusia sejak masa purba. Dagingnya dimakan sebagai sumber protein. Cangkangnya dimanfaatkan sebagai perhiasan, bahan kerajinan tangan, bekal kubur, serta alat pembayaran pada masa lampau. Mutiara dihasilkan oleh beberapa jenis tiram. Pemanfaatan modern juga menjadikan kerang-kerangan sebagai biofilter terhadap polutan.

Cephalopoda
Cephalopoda adalah kelas dalam filum moluska. Di dalamnya mencakup semua gurita, cumi-cumi, dan sotong. Namanya —berarti "kaki di kepala"— diambil dari ciri khas hewan ini yang memiliki tentakel di sekitar kepalanya, yang berfungsi seperti tungkai (lengan dan kaki). Ilmu yang mempelajari Cephalopoda disebut sebagai teutologi (theutology, "ilmu mengenai cumi-cumi"), dan merupakan cabang dari malakologi.

Cephalopoda memiliki otak yang berkembang baik dan beberapa jenisnya memiliki kemampuan mengingat dengan baik, bahkan dapat belajar.

Orang memanfaatkan anggota-anggota Cephalopoda sebagai bahan pangan dan dalam industri.



Galeri Foto :











































































































































Kami sangat gembira jika belajar secara langsung seperti ini
Baca Selengkapnya......














Pada awal tahun 2008 kemarin, SMA N 1 Purwareja Klampok telah selesai membuat 2 film yang sukses mendapatkan penghargaan dari Kabupaten Banjarnegara maupun Provinsi Jawa Tengah. Dan film ini yang pertama di Banjarnegara untuk tingkat SMA.


Film pertama


Diperankan oleh anak – anak XII BAHASA 1, yang berjudul H2C (Hari – Hari yang Ceria).

Ringkasan Cerita H2C ( XII Bahasa 1 )

Cinema ini menceritakan tentang betapa kegiatan belajar masa SMA menyenangkan, mereka saling bersahabat dalam kebersamaan dan keceriaan. Namun diceritakan pula bahwa terkadang dalam persahabaan, kebersamaan mengapa harus ada perbedaan dan perselisihan diantara mereka.

Satu hal yang menyebabkan perselisihan didalamnya adalah ketika tumbuh egoisme untuk merebutkan paujaan hati pada seseorang yang sama-sama didambakan oleh kedua belah pihak. Kemudian kedua pihak tersebut membentuk kelompok yang membelah persahabatan menjadi dua bagian.

Keterus terangan Tokoh yang di dambakan dalam menenukan siapa pilhan hati sesungguhnya antara dua pilihan justru membuka jawaban yang akhirnya menyaukan kembali perpecahan tersebut.

















































H2C ini mengambil lokasi di “Curug Pitu” yang terletak di sebelah timur Kota Banjarnegara.

Bapak Sugeng Widodo, S.Pd sebagai ketua penyelenggara

Bapak Wiwied sebagai editor dan kamera

Bapak AO sebagai kamera

Bapak Anjar Adi Nugraha sebagai editor

Dan pihak – pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu.



Film Kedua






































diperankan oleh anak – anak XII. BAHASA 2, dengan judul MMS (Masa – Masa Sekolah)

MMS ini mengambil lokasi di “Curug Ceheng” Purbalinga dan di Stasiun Kereta Api Purwokerto.























PERPISAHAN ITU AWAL DARI MASA-MASA SMA

Perjalanan antara terminal sampai Setasiun Kereta Api Purwokerto dengan mengendarai taxi, sepasang pemuda itu sangat merasakan betapa detik demi detik waktu merambat mendebarkan jantung hatinya sebagaimana saat-saat berpisah selalu merupakan kepedihan yang mendalam


Baca Selengkapnya......
Grab this Widget ~ Blogger Accessories

Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional

Tulisan Terbaru

isine