Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Sony Ericsson mengumumkan ponsel terbarunya T707. Ponsel anyar ini oleh Sony Ericsson diklaim secara sempurna mewakili desain ramping ponsel ini serta kualitasnya yang elegan.

T707 berinteraksi dengan baik dengan pengguna seperti, akan menyala jika mendapat panggilan dan pengguna dapat merubah pengaturan cahaya tersebut bagi panggilan yang masuk. Sehingga, pengguna tahu siapa yang menghubungi, jika terlalu sibuk untuk menjawab, cukup akhiri panggilan tersebut semudah melambaikan tangan diatas layar ponsel.

"T707 adalah aksesoris andalan saya" ujar Maria Sharapova, petenis dunia yang didaulat untuk menjadi model SE T707, seperti yang dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (28/3/2009).

Padukan T707 pada semua busana, karena ponsel ini hadir dengan desain clam shells dengan pilihan warna seperti pelangi yang cocok untuk usia. Apapun yang dipakai akan diabadikan secara sempurna oleh kamera 3,2 megapiksel. Foto-foto tersebut dapat diunggah ke jejaring sosial dengan menggunakan HTML web browser. Apalagi jelajah internet makin digeber dengan jaringan mulai GPRS hingga HSDPA.

Untuk ukuran layar ponsel ini hadir dengan 2,2 inci. Ini masih disambung dengan fitur tambahan seperti FM radio dan Bluetooth, serta audio streaming yang akan menghibur penggunanya dimanapun dan kapanpun.

"T707 adalah sebuah evolusi gaya dari Sony Ericsson" ujar Djunadi Satrio Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia.

"Kehadirnya di Indonesia, mulai kuartal ke 2 dalam warna Mysterious Black, Spring Rose dan Lucid Blue," tandas Junadi.
Baca Selengkapnya......

Ikat Pinggang atau Alat Perekam?

On Kamis, April 02, 2009 1 komentar

Hati-hati jika Anda berhadapan dengan seseorang menggunakan ikat pinggang. Mungkin saja ia sedang merekam gerak-gerik Anda melalui ikat pinggangnya.

Jika selama ini Anda merekam suara atau gambar secara diam-diam menggunakan handphone modern, perkembangan gadget yang semakin mutakhir memungkinkan ikat pinggang dapat berfungsi sebagai asesoris pakaian dan alat perekam sekaligus.

Gadget sejenis ini biasanya dirancang dalam bentuk pulpen atau jam tangan. Namun kali ini hadir Ajoka Obaba Buckle DVR Camera, alat perekam unik yang direpresentasikan dalam bentuk ikat pinggang.

Sabuk ini memiliki perekam gambar dan suara yang sangat kecil, tersimpan secara rahasia di dalamnya. Keseluruhan bagian dalam gadget yang tersamarkan sabuk dapat merekam gambar dan suara.

Maka, jika Anda memang berminat menjadi 'James Bond', untuk melakukan rekaman tanpa ketahuan Anda cukup mengenakan sabuk tersebut dan biarkan ia merekam apapun.

Alat ini dilengkapi perekam video mini dalam format 3GP video (176x144, QCIF) beserta suara. Hasil video rekaman nantinya akan tersimpan pada microSD card dengan kapasitas 128 MB sampai 2 GB.

Rekaman dapat ditayangkan pada PC atau telepon seluler. Alat ini dapat bekerja selama tiga jam didukung oleh baterai yang dapat diisi ulang. Namun jika ingin merekam lebih lama lagi, Anda perlu menambah kapasitas memorinya. MicroSD berukuran 1 GB dapat merekam sebanyak 33 video. Terdapat dua jenis model sabuk yang dapat anda pilih, model klasik yang dinamakan Buckle DVR, dan model cembung yang unik bernama Obaba DVR.

Perekam istimewa ini sangat berguna dalam jenis pekerjaan yang melakukan investigasi ataupun sekedar koleksi. Hebatnya, alat ini tak terlihat oleh wireless camera detector karena tersembunyi apik dalam gesper.

Bagaimanapun, kualitas gambar yang dihasilkan Ajoka Obaba Buckle DVR Camera masih kurang memuaskan, dibandingkan dengan hasil kamera resolusi rendah atau cameraphone sekalipun
Baca Selengkapnya......
Salah satu yang membuat industri komputer dituding sebagai penyebab rusaknya lingkungan adalah, pemakaian listrik dengan konsumsi yang sangat besar. Bahkan, dalam keadaan mati pun, komputer tetap menyerap listrik.

Demi mengatasi masalah tersebut, vendor Personal Computer (PC) Fujitsu Siemens berencana untuk meluncurkan desktop The Esprimo 7935, yang diklaim mampu dapat menggunaka listrik seirit mungkin. Pasalnya, jika selama ini PC biasa dalam posisi mati, tetap menyerap listrik antara 1 sampai 4 watt, maka tidak dengan produk keluaran.

"The Esperimo 7935 tidak memakai listrik hingga nol watt saat tidak digunakan, bahkan tanpa harus mencabut kabel kontak," ungkap Lothar Lechtenberg, juru bicara Fujitsu Seimens, seperti yang dilansir PC World (Senin 2/3/2009), saat pameran elektronik Cebit Trade Fair di Hanover, Jerman.

Mereka pun menjamin, kalau ini akan menguntungkan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Karena bisa dibayangkan, jika sebelumnya dalam satu perusahaan dengan banyak PC, akan tetap terus membayar pengeluaran listrik, meski PC tersebut dalam kondisi tidak digunakan. Dan masalah tersebut akan diselesaikan.

"Perusahaan akan mampu menghemat pengeluaran hingga 89 persen. Karena The Esprimo 7935, menghadirkan sebuah solusi yang baru," sambung Lechtenberg

Baca Selengkapnya......

iPod Shuffle Baru 2X Lebih Kecil

On Jumat, Maret 13, 2009 1 komentar
SEATTLE - Apple resmi meluncurkan iPod Shuffle baru pada Rabu kemarin. Oleh Apple, Shuffle generasi ketiga ini merupakan yang terkecil di kelasnya, namun dengan kerja maksimal.


iPod Shuffle terbaru didesain dengan bahan dasar alumunium. Untuk ukurannya, Apple memangkas hingga 2 inchi atau setengah dari sebelumnya, dan tentu saja ini berimbas pada beberapa panel yang harus dipangkas. Sedangkan kapasitas, telah dibenamkan memori hingga 4 gigabyte.


Dengan kapasitas yang besar, tentu tidak main-main dalam menampung banyaknya lagu yang dimasukkan. Jika generasi sebelumnya hanya dapat menyimpan 240 lagu saja, dengan memori 4 Gb tentu pengguna dapat meningkatkannya hingga 1.000 lagu.

Tidak berhenti sampai di situ, ada fitur unik yang diciptakan oleh Apple bernama VoiceOver. Di aplikasi tersebut, pengguna dapat mencari lagu dengan menggunakan suara sendiri, sambil menyebutkan nama artis dan judulnya.

Baca Selengkapnya......
Phonebook pada MyG 820 menyediakan fitur yang memungkinkan saling menyalin seluruh data antar SIM, UIM maupun ponsel. Tapi My-G hanya menyiapkan Caller picture dan Caller ringtone untuk penanda penelepon.

SMS langsung disortir ke 3 Inbox yang ada; SIM1 Inbox, SIM2 Inbox, atau UIM Inbox. Ada fitur untuk menyalin atau memindah SMS antara SIM dan ponsel; tapi fitur ini tidak tersedia di UIM. Perhatikan, ponsel bisa menyimpan 170 pesan SIM1 dan 160 pesan SIM2 dalam memori, tapi tidak menyimpan pesan UIM dalam memorinya. Seperti biasa, membalas pesan di Inbox tidak meninggalkan salinan.

Slot SIM maupun UIM sudah ditandai sehingga tidak mungkin salah pasang kartu. Bila tidak harus semua kartu aktif, kita bisa pilih salah satu atau salah dua saja yang aktif dengan menghilangkan centangnya di Settings > Mode Switch. Tersedia pula 4 jadwal untuk Schedule power on/off. Ponsel ini pun punya fitur Power saving.

My-G juga menyiapkan 3 tombol untuk bertelepon. Mudah dibedakan karena ada tanda Call G1, Call G2 dan Call C. Perhatikan, tombol Call G1 dan Call G2 baru berfungsi untuk bertelepon setelah kita memencet tombol angka. Dalam keadaan biasa, dua tombol ini untuk menu kiri dan kanan.

Tanpa gembar-gembor, My-G memasukkan analog TV. Setting yang disediakan memang super simpel; hanya 30 slot Channel List, Manual Input, Preset Auto Search dan Area Select. Antena ada di kiri atas kalau bodi diletakkan dalam posisi landscape. Tinggal pencet tombol tengah navigasi bergambar TV untuk menyalakan TV dengan cepat.

FM Radio juga ada; tidak perlu repot colok headset. Setting-nya sama simpelnya dengan TV; hanya ada 9 slot Channel list, Manual input, Preset auto search, serta Background play, Loud speaker, Channel effect (Stereo, Mono). Menurut kami, opsi Loud speaker tak begitu diperlukan karena ponsel ini kan bisa aktif tanpa headset.

Speaker eksternal ada di belakang bodi, di kanan kamera. Suaranya dijamin nyaring. Tombol volume 2-arah ada di kiri bodi. Perhatikan, di Audio player maupun FM radio, suara tetap terdengar meski kita sudah pencet volume sampai mentok ke level 0. Sepertinya kita tidak bisa membuat suaranya lenyap.

My-G 820 punya 2 kamera. Kamera utama di belakang; ada cermin super imut di dekat teks Digital Camera. Kamera kedua ada di kanan atas layar sentuh. Tombol kamera ada di kanan bodi.

Meski dalam menu disediakan opsi Camera Select untuk pindah lensa, kita bisa ganti lensa dengan cepat pakai tombol bergambar kamera dilingkari 2 panah yang ada di sebelah tombol End call. Penyetelan setting pun bisa dilakukan dengan cepat dari icon dalam layar maupun keypad.

Foto bisa diambil dengan Image size maksimal 1280x1024. Sementara video bisa direkam dengan File size limit maupun Rec time limit tergantung kapasitas tersedia. Di Video player, kita juga bisa memotret video yang sedang diputar; tinggal pencet tombol kamera.

My-G sudah memasang MicroSD berkapasitas 1GB. Slot ini ada di balik batere. Ketika terhubung ke PC lewat kabel data, ponsel bisa dipakai untuk Mass storage, selain untuk Webcam. Port 3-in-1 (charger-kabel data-headset) ini ada di tengah bawah bodi.

Layar sentuh sebetulnya lumayan lega. Yang sedikit mengganggu adalah deretan icon permanen bergambar rumah, amplop, telpon, dan nada di sisi bawah layar. Stylus ada di bawah bodi, siku kiri.

Perhatikan, di kiri atas layar ada lampu. Ini bisa diaktifkan dari Settings > Phone setup > Misc. settings > Signal LED. Warna lampunya bisa berubah tiap beberapa detik.

DENGAN KATA LAIN...
Ponsel CDMA + dobel GSM plus hiburan lengkap.

Sumber: Sinyal


PLUS : CDMA+GSM+GSM (3 nomor aktif), radio tak perlu headset.

MINUS : Berat, batere agak boros.


SPESIFIKASI My-G 820
Jaringan : GSM, CDMA 800
Bentuk : Bar
Dimensi : 120x57x18 mm
Bobot : 146 gram
Batere : Li-ion 3,7V 1300mAh
Waktu siaga : rata-rata 4 hari
Waktu bicara : rata-rata 4 jam
Layar : 3”
Memori internal : 250K
Memori tambahan : MicroSD
Konektivitas antar peranti : Kabel data, Bluetooth
Konektivitas internet : GPRS, WAP
Kamera : 1,3MP
Ringtone : Polifonik
Phonebook : 300 entri
Messaging : SMS, MMS, Chat
Aplikasi : ANTV, Camera, Image viewer, Video recorder, Video player, Audio player, Sound recorder, FM radio, Melody compose, Java, Game (Vsmj), Calculator, Currency converter, Stopwatch (Typical Stopwatch, nWay Stopwatch), E-book reader, Calendar, To do, Alarm, World clock
Sumber : http://kompas.com
Baca Selengkapnya......

HP DVD1070r-RH22, Solusi Backup

On Senin, Maret 09, 2009 0 komentar
HP menawarkan solusi yang lengkap untuk kebutuhan cetak baik data maupun label pada perangkat DVD ReWriter-nya. Selain mendukung kecepatan baca dan tulis terkini, HP DVD1070r-RH22 menambahkan fitur Lightscribe.

Sekadar mengingatkan bahwa teknologi Lightscribe merupakan teknologi pada perangkat DVD ReWriter yang bisa mencetak bagian atas kepingan sehingga menghasilkan cetakan berupa label. Teknologi cetak ini bukan menggunakan tinta tetapi berupa laser yang membakar sisi kepingan sesuai dengan gambar yang sudah tertera, sehingga Anda tidak usah kuatir kehabisan tinta. Oleh sebab itu hasil yang ada menghasilkan gambar berwarna kecoklatan dan tidak bisa mencetak warna-warni.

Untuk mencetaknya Anda tinggal membalik posisi kepingan dan gunakan aplikasi pendukungnya. Perlu diketahui bahwa sejauh ini kecepatan bakar laser pada Lightscribe tidak memiliki satuan kecepatan seperti pada kecepatan baca dan tulis. Waktu yang ditempuh sesuai dengan sedikit banyaknya gambar yang hendak dicetak. Untuk menggunakannya HP menyertakan aplikasi Lightscribe yang terintegrasi dengan Nero 7 pada bawaannya.

InfoKomputer menggunakan benchmark Nero DiscSpeed yang menunjukkan kemampuan baca, hasilnya menunjukkan grafik yang cukup stabil. Untuk CD-R mampu berjalan rata-rata pada kecepatan 36,07x dari spesifikasi maksimalnya 48x. Untuk DVD-R hasil uji menunjukkan kecepatan rata-rata 11,67x dari maksimal sampai 16x. Untuk DVD-D DL pun kecepatan baca terlihat grafik yang stabil dengan rata-rata 9,14x dari 16x.

Untuk waktu tempuh saat membakar data, keunggulan terlihat pada media CD-R yang melesat cukup kencang. Sedangkan untuk kepingan DVD-R dan DVD-R DL terlihat cukup bagus mesti tidak istimewa.

Sedikit catatan bahwa HP DVD1070r-RH22 akan mengalami peningkatan putaran saat membaca kepingan dengan permukaan yang terdapat goresan sehingga biasanya akan menimbulkan getaran dan suara yang bising.

***

Saat ini Lightscribe merupakan fitur tambahan yang lumayan menarik. Karena fasilitas pada perangkat DVD ReWriter saat ini sudah sampai pada batas kemampuannya, fitur ini menjadi nilai tambah yang menarik. Apalagi harga jualnya hanya terpaut sedikit dengan perangkat yang tidak menyertakan fungsi ini. Jadi apa yang ditawarkan HP DVD1070r-R22 bisa menjadi pilihan dalam mengatasi permasalahan backup data Anda.

Sumber: InfoKomputer

PLUS: -Kemampuan baca dan tulis kepingan bagus; fitur Lightscribe, harga terjangkau.

MINUS: Bising pada kecepatan tinggi.
Hasil Uji Kecepatan Tulis (Nero versi 8.3.2.1)
Kepingan
Kecepatan
Waktu
CD-R (690MB)
48x
2 menit 51 detik
DVD-R (4,25GB)
16x
7 menit 1 detik
DVD-R DL (7,5GB)
8x
18 menit 40 detik
Hasil Uji Kemampuan Baca (Nero DiscSpeed 4)
Kepingan
Average
Start
End
CD-R
36,07x
21,34x
40,00x
DVD-R
11,67x
6,68x
15,50x
DVD-R DL
9,14x
5,00x
11,91x
SKOR PENILAIAN
(maksimal 5)
Kinerja : 4
Fasilitas : 4
Kemudahan : 3,75
Harga : 4,25

SKOR TOTAL : 4

SPESIFIKASI HP DVD1070r-RH22
Interface
SATA
Kecepatan tulis:
-DVD-R/+R
-DVD-RW/+RW
-DVD-R/+R DL
-DVD-RAM
-CD-R
-CD-RW
Max.20x/20x
Max.6x/8x
Max.8x/8x
Max.12x
Max.48x
Max.32x
Kecepatan baca:
-DVD-ROM
-DVD-RAM:
-CD-ROM:
Max.16x
Max.16x
Max.48x
Buffer Size
2 MB
MTBF
70000 jam
Sistem Operasi
Windows 2000/XP/ Vista
Posisi
Horisontal dan Vertikal
Dimensi(plt)
14,5x17x4,1 cm
Bobot
882 gram
Kelengkapan
manual, CD software (Nero 7 Essential+lightscribe), sekrup
Garansi
1 tahun
Sumber
http://www.hp.com
Baca Selengkapnya......
Kacamata saat ini bukan hanya sekadar pelengkap gaya. Hampir semua orang memilikinya. NU menghadirkan sebuah kacamata yang sangat unik dan canggih. NU Spy Sunglasses ini berfungsi juga sebagai MP3 player dan kamera terintegrasi. Ya, hanya dengan menekan remote wireless, klik, maka obyek di hadapan Anda akan terpotret.


Penampilan Spy Sunglasses yang terlihat gaya dengan gagang terbuat dari plastik yang ringan. Layak sebagai aksesoris di saat beraktivitas. Selain kaca hitam, tersedia pula kaca dengan warna bening. Selain itu disediakan aksesoris seperti kabel USB, lap pembersih, serta kotak penyimpan yang agar Anda dapat membawanya dengan mudah saat bepergian.


Nah, hal yang paling menarik dari piranti ini adalah fungsi kamera terintegrasi. Dengan lensa 1,3 MP (interpolasi), Anda dapat menyalurkan hobi fotografi dengan leluasa, bahkan tanpa diketahui orang-orang di sekitar. Sayang respon kameranya lambat. Cahaya yang ada pun harus sangat memadai dan Anda sebaiknya jangan bergerak saat membidik obyek.

Seperti seri sebelumnya, untuk mendengarkan alunan MP3 disediakan sepasang earphone yang terjulur di setiap gagangnya. Aksesnya sangat sederhana dengan hanya tiga tombol untuk beberapa fungsi. Jadi Anda mungkin perlu membiasakan diri sejenak untuk menggunakannya. Suara yang dihasilkan cukup baik. Suara-suara di sekitar masih terdengar untuk menjaga Anda dari hal-hal yang tidak diinginkan (seperti tertabrak mobil saat berjalan). Untuk menyimpan file tersebut, disediakan memori dengan kapasitas 1GB.


NU Spy Sunglasses memang berbeda dan menyenangkan. Anda dapat tampil gaya sekaligus menikmati alunan musik MP3. Fungsi kamera terintegrasinya memastikan Anda tidak akan kesulitan menangkap objek-objek menarik di hadapan Anda. Sayang, kameranya belum bisa menangkap objek bergerak (video).

Sumber: InfoKomputer

Hasil uji*:
Copy : 3,46MB/S
Write : 0,57 MB/S
Del : 2,45 MB/S
*File yang diproses sebanyak 126 file dengan total kapasitas 478MB. Pengujian dilakukan sebanyak tiga kali dan hasilnya dirata-ratakan.



PLUS: Desain menarik; fungsi kamera terintegrasi; fungsi MP3 player; kapasitas besar.

MINUS: Respon foto lambat; kinerja kamera standar; tidak dapat merekam video; harga mahal.

SKOR PENILAIAN
(maksimal 5)
-Kinerja : 4,25
-Fasilitas : 3,75
-Penggunaan : 4
-Harga : 3,25
SKOR TOTAL : 3,85


SPESIFIKASI: NU SPY SUNGLASSES
Tipe koneksi: USB
Kapasitas: 1GB
Tipe memori simpan: Flash
Slot ekspansi memory: Tidak ada
Layar: Tidak ada
Power supply: 240mAH/3.7V Rechargeable Li-ion Polymer (internal)
SNR: 80 dB
Rentang frekuensi: 20 – 20.000 Hz
Format audio: MP3, WMA
Kelengkapan:
- kotak penyimpan
:- kain pembersih
:- kabel USB
:- quick manual guide
:- CD driver (untuk Win 98)
Sumber: www.nu-global.com
Baca Selengkapnya......

Sense SE252, Manjakan Mata

On Senin, Maret 09, 2009 0 komentar
Bila menginginkan MP3/MP4 player yang mengedepankan fasilitas hiburan visual, tak salah bila Anda memilih Sense SE252. Ya, selain kapasitasnya yang 8GB (tersedia 3 pilihan kapasitas lain), Anda akan dimanjakan dengan layar 3” yang memenuhi tampilan antarmuka utamanya.


Jika kurang puas, Anda dapat menyaksikan film favorit pada layar kaca dengan fasilitas TV-out. Sangat menyenangkan bukan?

Penampilan SE252 minimalis dan bersahaja. Letak tombol-tombolnya cukup mudah dan nyaman diakses. Desain Sense sendiri juga lebih eksklusif jika dibandingkan player Cina lain yang berharga murah. Pemilihan menu ditampilkan melalui icon-icon geser yang cukup user friendly.


Tidak membawa earphone saat diluar rumah? Tidak masalah, karena sudah tersedia speaker internal sebagai alternatif output lainnya.


Sense SE252 dapat menjadi teman yang menyenangkan, baik dalam menjalani aktivitas sehari-hari maupun dalam bepergian. Selain untuk nonton, tersedia pula game-game menarik yang mendukung berbagai format konsol game terkenal. Sebagai tambahan informasi, peranti ini juga mendukung format video RM dan RMVB yang didukung oleh Real Player. Sayang format FLV yang cukup populer itu belum diusungnya. Sebagai bonus disertakan file lagu dan video klip dari band Navaz.

Sumber: InfoKomputer

Hasil uji:
Copy : 8,11 MB/detik
Write : 3,82 MB/detik
Del : 156,954 MB/detik
*File yang diproses sebanyak 185 file dengan total kapasitas 2,02GB. Pengujian dilakukan sebanyak tiga kali dan hasilnya dirata-ratakan.

PLUS: Multifungsi; layar lega; fasilitas TV-out dan speaker internal; desain menarik; tombol mudah dan nyaman diakses; kapasitas besar; kecepatan baca/ tulis cukup baik.

MINUS: Berat; tidak dukung format .FLV; tanpa software konversi video.

SKOR PENILAIAN
(maksimal 5)
-Kinerja : 4
-Fasilitas : 4
-Penggunaan : 4
-Harga : 4
SKOR TOTAL : 4

SPESIFIKASI: SENSE SE252
Tipe koneksi: USB 2.0
Kapasitas: 8GB
Tipe memori simpan: Flash
Slot ekspansi memori: Ada (TransFlash card)
Layar: 3” TFT LCD
Power supply: Rechargeable Li-Ion (internal)
SNR: -
Format audio: MP3, WMA, WAV
Format Video: RM,RMVB,AVI,MPG4
Format Foto: JPEG
Format Teks: TXT
Kelengkapan:-
-earphones
:- kabel USB ekstension
:- kabel A/V
:- adaptor charger
:- cover plastik pelindung player
:- buku manual
Dimensi (plt): 8,7x5,4x1 cm
Bobot: 80 gram
Garansi: 1 tahun
Sumber: www.sensestyle.com.tw
Baca Selengkapnya......

iPod nano, Tinggal Digoyang

On Senin, Maret 09, 2009 0 komentar
Evolusi kembali dilakukan oleh Apple terhadap produknya. Kali ini iPod nano generasi keempat, yang dirilis awal September 2008, menyapa dunia dengan bentuk fisik yang kian langsing. Dengan tinggi 9cm, lebar 4cm, tebal 0,6cm, dan berat hanya sekitar 37 gram, iPod nano generasi keempat merupakan iPod nano paling tipis yang pernah ada.


Tetapi ukuran layar dan scroll wheel control tetap, yaitu layar LED 2” (320x240 pixel LED) dan ukuran scroll 1”.Desainnya juga tambah menawan, dengan lekukan alumunium dan lapisan luar glossy. IPod nano ini juga tersedia dalam sembilan warna yang ceria: perak, ungu, biru, hijau, jingga, kuning, merah muda, merah, dan hitam.



Selain perubahan fisik, Apple menanamkan beragam fitur baru. Salah satunya adalah Genius yang akan membantu Anda membuat playlist lagu berdasarkan karakteristik musik yang sama dari sebuah lagu.

Untuk membuat sebuah Genius playlist, cari lagu yang Anda suka, lalu tekan tombol tengah dari iPod nano sampai muncul opsi menu dari Start Genius. Anda dapat menyimpan Genius playlist langsung ke dalam iPod nano, kemudian mensinkronisasinya ke komputer melalui iTunes. Tetapi Anda harus terlebih dulu mengaktifkan fitur Genius di iTunes komputer Anda.

Fitur baru lainnya adalah Shake to Shuffle. iPod nano terbaru telah menggunakan accelerometer, sehingga Anda cukup mengguncang (shake) iPod nano Anda untuk mengganti lagu yang sedang diputar. Fitur lainnya adalah Cover Flow, yang akan otomatis berubah jika Anda mengubah orientasi layar iPod nano sesuai posisi; tegak (portrait) maupun menyamping (landscape).

Sayangnya untuk menggunakan fasilitas perekaman suara, Anda harus membeli perangkat tambahan berupa earphone yang telah terintegrasi dengan microphone. Anda pun harus terlebih dahulu meng-install iTunes 8 untuk dapat mensinkronisasi iPod nano Anda dengan komputer. Juga tidak ada fasilitas radio; sesuatu yang ditawarkan Microsoft Zune generasi terbaru.


Dengan menyediakan dana sekitar Rp. 1,83 juta, Anda bisa mendapatkan iPod nano generasi keempat dengan kapasitas 8GB. Untuk kapasitas 16GB, Anda harus menyediakan dana sekitar Rp 2,4 juta.

Menurut Apple, iPod nano 8 GB dapat menyimpan 2000 lagu, 7000 foto, dan delapan jam video. Sedangkan iPod nano 16 GB dapat menyimpan 4000 lagu, 14000 foto, dan 16 jam video. Apple juga mengklaim iPod nano generasi keempat ini mampu memainkan musik sampai 24 jam dan video sampai empat jam.

Sumber: InfoKomputer

PLUS: Desain atraktif; shake-to-shuffle; Cover Flow

MINUS: Tanpa radio FM; perlu tambahan perangkat untuk voice recorder.

SKOR PENILAIAN
(maksimal 5)
Kinerja: 4,5
Fasilitas: 4
Penggunaan: 4,5
Harga: 3,5
SKOR TOTAL: 4,15


SPESIFIKASI iPod nano
Tipe koneksi: USB 2.0
Kapasitas: 8 dan 16GB
Tipe memori simpan: Flash
Slot ekspansi memori: Tidak ada
Layar: 2” TFT LCD
Power supply: Rechargeable Li-Ion (internal)
Music Format: AAC, MP3, WAV, AA
Video Format: H.264, mov
Text Format: TXT
Kelengkapan:
• Earphones
• Kabel USB
• Dock Adapter
• Quick Start Guide
Ukuran (plt): 9x4x0,6 cm
Bobot: 37 gram
Garansi: 1 tahun
Situs Web: www.apple.com
Baca Selengkapnya......

Toshiba TDM-8360, Kamera Senyum

On Senin, Maret 09, 2009 0 komentar
Sebenarnya agak janggal juga produsen yang lebih dikenal dengan produk notebook menghadirkan sebuah kamera digital, tetapi Toshiba memang berkeinginan melengkapi konsumen notebook mereka dengan peranti pendukung mobilitas. Dengan alasan inilah mereka menciptakan produk-produk pelengkap yang disebutnya sebagai “must-have gadgeds” seperti juga kamera Toshiba seri TDM-8360 beresolusi 8 megapixel ini. Inilah kamera kompak debutan Toshiba yang dimunculkan sebagai pelengkap gadget pengguna notebook.


Tidak ada hal istimewa yang mudah terlihat dari fisik kamera ini jika dibandingkan produk sejenis dari merek ternama. Satu-satunya yang membuat unik mungkin hanya bentuk tombol navigasi yang lebih mirip keypad pada ponsel. Sebenarnya layar LCD 3” pada kamera juga cukup menarik karena terasa lega dilihat. Namun pencahayaan displainya tergolong terlalu kuat dan menyilaukan. Hal serupa terjadi pula pada hasil foto dengan blitz yang menghasilkan gambar dengan cahaya yang terlalu berlebih (over).

Untuk menjadikan kamera ini terlihat canggih, Toshiba menerapkan teknologi khas fotografi digital seperti face detection (sampai 5 wajah sekaligus) untuk mendapatkan tekstur wajah yang alami, anti-shake untuk mencegah gambar buram akibat gerakan tangan, dan koreksi foto akibat efek mata merah.

Namun di antara sederet fitur yang sudah jamak tersebut terdapat fasilitas unik yang disebut smile snap yang memungkinkan kamera memotret secara otomatis saat sensornya menangkap ekspresi senyum dari wajah seseorang. Lucu bukan? Untuk mengaktifkan sistem ini Anda harus mengatur setting Scene Mode menjadi smile shot.

Scene Mode pada kamera ini juga tergolong banyak (21), dan lucunya ada beberapa pilihan yang tidak biasa, seperti pembedaan mode Portrait untuk pria dan wanita serta mode percikan air (splash) dan aliran air (flow). Menarik juga mencoba beragam mode bidik yang tersedia tersebut.

Seperti juga kamera kompak lain, TDM-8360 menawarkan kemudahan bidik dengan hanya sedikit setting manual. Pengalaman kami membuktikan, hasil foto lebih bagus bila memanfaatkan mode scene yang ada karena untuk bidikan otomatis seringkali sensor kurang mampu menangkap cahaya dengan tepat. Menggunakan blitz mungkin menolong.

Namun untuk bidikan jarak dekat blitz ini justru menghasilkan foto dengan cahaya yang terlalu kuat (over). Selain untuk gambar diam, kamera juga dapat membuat video sampai 30fps, tetapi sekali lagi dengan reproduksi cahaya yang kurang akurat.

***
Toshiba agaknya memunculkan TDM-8360 sebagai gadget pelengkap pengguna notebook-nya karena untuk bersaing dengan pemain populer jelas menjadi tantangan yang berat. Fitur dan kemampuan kamera ini sebenarnya menarik, tetapi kualitas akhirnya masih minim. Kalau Anda sekadar membutuhkan kamera untuk dokumentasi sederhana, TDM-8360 tak akan mengecewakan. Namun hal sebaliknya terjadi bila Anda menuntut kualitas yang kompetitif.

Sumber: InfoKomputer

PLUS: Ramping; mudah dipakai; fitur fotografi menarik; LCD lebar; harga.

MINUS: Grip tak mantap; video tak bisa zoom; cahaya blitz dan LCD terlalu over; kualitas foto.

SKOR PENILAIAN
(maksimal 5)
Kinerja : 3,5
Fasilitas : 3,75
Penggunaan : 4,5
Harga : 4,5
SKOR TOTAL : 3,98


SPESIFIKASI Toshiba TDM-8360
Resolusi Pixel: 8 megapixel
Resolusi Foto (min/max): 640x480 / 3264x2448 pixel
Resolusi Video (min/max): 320x240 / 640x480 @ 30fps
Media Perekam: Internal 32MB, SD/MMC/SDHC
Format File
(gambar/video/audio): JPEG/AVI
Ukuran lensa ekivalen-35mm: 34-102 mm
Seting aperture: f/2.9-5.2
Ekivalen ISO: 64, 100, 200, 400, 800, 1600
Zoom: 3x optical, 4x digital
Kecepatan shutter (detik): 1 - 1/2000
Fokus terdekat terbaik (makro): -
Viewfinder: Tidak ada
Diagonal LCD: 3” TFT
Koneksi komputer USB: USB 2.0, AV-out
Tipe batere/isi ulang: Lithium Ion 900mAh/ Ya
Batere charger: Ada
Dimensi (plt): 9,3x6x2,3 cm
Bobot (gram): 135 gram (dengan batere dan kartu memori)
Garansi: 1 tahun
Situs Web: http://pc.toshiba-asia.com
Baca Selengkapnya......

Olympus mju1060, Zoom 7x

On Senin, Maret 09, 2009 0 komentar
Produsen kamera selalu berlomba memunculkan beragam kamera digital untuk memperluas portofolio produknya. Namun seringkali fitur seri awal dan kelanjutannya sama. Kalau pun berbeda seringkali hanya pada hal yang kurang berarti, seperti penambahan resolusi.


Begitu pun mju 1060 dari Olympus. Pada dasarnya teknologi dan fitur model ini sama dengan seri sebelumnya. Untunglah mju 1060 hadir tak hanya dalam resolusi 10 megapixel, tetapi juga kemampuan zoom optis yang tinggi dibanding sekelasnya.


Mju 1060 masih menyertakan fungsi-fungsi standar kamera digital, termasuk fitur scene untuk membantu membidik obyek sesuai kondisi tertentu. Ada 21 skema yang beberapa di antaranya tidak dimiliki kompetitor. Ini misalnya skema “Behind the Glass” untuk memotret benda dibelakang kaca atau etalase, “Documents” untuk memotret tulisan atau surat-surat penting, “Auction” untuk memotret barang-barang yang dilelang, dan “Smile Shot” yang memungkinkan kamera memotret secara otomatis ketika orang yang menjadi obyek foto tersenyum.

Untuk lebih mengoptimalkan foto, Anda dapat mengikuti petunjuk yang disediakan mju1060 dengan memilih Shooting Guide pada tombol putar tanpa harus membuka buku manual lagi. Akan ditampilkan petunjuk-petunjuk pada layar, sebagai contoh Red Eye Fix atau Shadow Adjust. Panduan ini jelas membantu pengguna dengan cepat.

Bagi yang hobi jalan-jalan, Anda akan menyukai zoom optis kamera yang mencapai 7x pembesaran sehingga tak perlu terlalu dekat dengan obyek fotonya. Kamera juga sudah mendukung resolusi Full-HD (1920x1080 pixel) yang membuat hasil foto lebih pas dilihat pada LCD TV masa kini.

Salah satu fitur unggulan pada mju 1060 adalah teknologi dual Image Stabilization (IS) untuk mencegah gambar blur atau tak fokus manakala tangan pemotret bergoyang. Anehnya, dual IS mju 1060 tidak memakai sistem optikal, sebagai gantinya digunakan sensor-shift yang saling bekerjasama dengan fitur ISO untuk menstabilkan gambar. Hasil pengolahan image dari dual IS ini memang cukup membantu pengguna mendapatkan gambar yang lebih fokus.
***
Pengguna pemula pasti suka dengan kamera point-and-shot ini, baik pada fitur yang ditawarkan maupun desainnya yang memang trendy serta mudah dipakai. Olympus mju1060 memang memanjakan pengguna dengan kemampuan tinggi untuk kelas kamera kompak, seperti zoom optis 7x dan resolusi 10MP. Hasil foto dapat disunting secara langsung, seperti di-cropping, diubah ukuran, dirotasi, atau diganti warna tone-nya. Singkatnya, Olympus mju 1060 merupakan salah satu kamera kompak dengan kemampuan yang cukup memukau.

Sumber: InfoKomputer



PLUS: Resolusi 10MP; desain kompak dan gaya; mudah dipakai; kualitas gambar baik; zoom optis 7x.

MINUS: Kecepatan shot-to-shot biasa saja; menu grafis lamban; harga mahal.


SKOR PENILAIAN
(maksimal 5)
Kinerja : 4
Fasilitas : 4
Penggunaan : 4,25
Harga : 3,25
SKOR TOTAL : 3,9

SPESIFIKASI Olympus Mju1060
Resolusi pixel : 10 megapixel CCD
Resolusi foto (min/max): 640x480 / 3648x2736 pixel
Resolusi video (min/max): 320x240 / 640x480
Media perekam: Internal 41MB dan memori xD
Format file (gambar/video): JPEG/AVI
Ukuran lensa ekivalen-5mm: 37-260 mm
Seting aperture: F3.5-5.3
Ekivalen ISO : 64-6400
Zoom: 7x optikal dan 5x digital
Kecepatan shutter (detik): 1/4-1/2000
Fokus terdekat terbaik (makro): 2cm
Viewfinder: Tidak ada
Diagonal LCD : 3 inci
Koneksi komputer: USB
Tipe batere/isi ulang: Batere Li-Ion/ Ya
Batere charger: Ada
Dimensi (plt): 9,4x5,7x2,5 cm
Bobot : 128 gram (dengan batere)
Garansi: 1 tahun
Situs Web: www.olympus.com
Baca Selengkapnya......

Spectra Vertex DX2, Minicam HD

On Senin, Maret 09, 2009 0 komentar
Popularitas High Definition (HD) kini telah semakin meningkat seiring tingkat kenyamanan yang ditawarkannya (sekaligus semakin terjangkaunya harga perangkat HD). Belum matangnya teknologi Full-HD (khusunya pada perangkat genggam seperti camcorder) telah membuat teknologi HD yang setingkat di bawahnya lebih populer. Spectra sebagai salah satu produsen gadget juga turut memperkenalkan minicam yang sudah kompatibel pada modus HD, seperti seri Vertex DX2 yang InfoKomputer coba ini.


Sepintas desain Vextex DX2 mirip camcorder sejenis. Namun setelah ditilik lebih jauh nyatalah bahwa produk Spectra ini ringan (hanya 294 gram) sehingga memudahkan mengoperasikannya dengan satu tangan.

Ringannya minicam ini agaknya dibentuk oleh salah satu faktor seperti penggunaan media penyimpan berupa kartu memori SD/MMC yang saat ini amat populer. Sayang, Vertex DX2 hanya mampu menangani kartu memori SD dengan kapasitas maksimal 8GB. Sementara layar monitor LCD 3”-nya dapat diputar sampai 270 derajat untuk memungkinkan pengambilan gambar secara lebih fleksibel.

Tata letak tombol minicam sebenarnya cukup baik, meski pengguna perlu membiasakan diri untuk memakainya. Ini ditambah dengan perbedaan fungsi menu camcorder dan kamera. Kemampuan produk dalam merekam obyek cukup baik di mana komposisi warna dan cahaya hadir cukup seimbang.

Untuk merekam kondisi remang-remang, Anda bisa mengaktifkan lampu penerang (selain juga blitz), yang ada di dekat lensanya. Sayang jangkauan penerangan ini terbatas. Penggunaan blitz untuk pemotretan jarak dekat tidak disarankan karena biasanya akan menghasilkan foto dengan cahaya yang berlebih (over-exposure).

Dalam modus video, kualitas format MOV yang dihasilkan cukup halus berkat tingkat frame rate yang mendekati kisaran 30fps. Namun saat merekam video sebaiknya Anda tidak banyak bergerak karena minicam ini tidak memiliki fitur penstabil gambar seperti pada camcorder mahal.

Saat memotret obyek berjarak dekat (modus makro), gambar yang dihasilkan kamera ini masih memunculkan distorsi lensa yang cukup signifikan. Namun demikian hal ini boleh jadi tidak akan banyak berpengaruh bagi para pengguna awam. Anda dapat pula mengkoneksikan camcorder ke TV untuk merekam acara TV lewat koneksi A/V yang tersedia. Batere Li-Ion 17000mAh Vertex DX2 ini sanggup bertahan sekitar 8 jam dan butuh waktu 4 jam untuk diisi sampai penuh.

***
Secara keseluruhan minicam Spectra Vertex DX2 dapat menjalankan fungsinya sebagai kamera plus camcoder dengan baik. Desain kompak, cara penggunaan yang cukup sederhana, dan harga jual yang terjangkau menjadi kekuatan produk. Segala kelebihannya itu cocok untuk pengguna awam yang membutuhkan minicam serba bisa untuk merekam aneka momen dalam hidup.

Sumber: InfoKomputer


PLUS: Kompak dan user friendly; bisa merekam siaran TV; dukungan terhadap format HD; ekonomis.

MINUS: Kecepatan bidik lambat; video kurang tajam; zoom hanya digital; slot memori kurang presisi.

SKOR PENILAIAN
(maksimal 5)
-Kinerja : 3,8
-Fasilitas : 3,75
-Kemudahan : 4,25
-Harga : 4
SKOR TOTAL : 3,92

SPESIFIKASI Spectra Vertex DX2
Fungsi: Camcorder, kamera, perekam AV
Resolusi foto (min/max): 640x480/2592x1944 pixel
Resolusi video (min/max): 160x120/720x480 pixel @ 30fps
Tipe koneksi: USB, A/V, HD
Kapasitas (internal): 32MB
Zoom: 5x (digital)
Layar: LCD Color 3" widescreen
Tipe batere/isi ulang: Li-Ion Battery / Ya
Format Video: MOV
Format foto: JPEG
Dimensi: 12,4x5,9x6,5 cm
Bobot (tanpa batere): 294 gram
Kelengkapan lain:
- Kabel A/V dan USB
- Adaptor
Garansi: 1 tahun
Situs Web: www.spectracolorusa.com
Baca Selengkapnya......

Ponsel rasa biskuit? Bukan. LG KP500 dijuluki Cookie karena LG terilhami biskuit yang mudah didapat dan disukai siapa saja. Karakter ini yang diharapkan dari LG KP500: harga murah dengan fitur yang digemari banyak orang.

Bodinya tipis dan ringan. Meski casing berbahan plastik, Cookie tidak terlihat murahan. Selain warna coklat (Vandyke brown) yang Sinyal coba, kabarnya Cookie akan keluar pula dengan pilihan warna hitam, perak (Anodizing silver), dan emas (Elegant gold).

Penghilangan keypad membuat layar sentuh terasa lega meski sebetulnya ukurannya tak luas-luas amat. Repotnya, seperti pada kebanyakan ponsel berlayar lebar, ini mudah menampakkan bekas tangan atau pipi di permukaannya.

Yang kita temukan di bawah layar hanya deretan tombol Call, pintasan favorit, dan End call/on-off. Stylus tersimpan di siku kanan bawah. Perhatikan, stylus ditarik ke kanan, bukan ke bawah. Ketika digantungkan pun terasa enak karena lubang tali gantungan ada di siku kiri atas.

Layar sentuh pastinya gampang kesenggol. Tapi LG sudah menyiapkan penangkalnya: tombol pengunci di kanan bodi. Tinggal pencet tombol ini untuk "mengunci" layar dengan cepat. Membuka pengunciannya juga gampang: pencet sebarang tombol untuk menyalakan layar, lalu tekan-tahan icon kunci sampai kunci terbuka.

Secara default, sisi bawah layar dihuni 4 icon; ke keypad virtual, daftar kontak, Messaging, dan menu utama. Di atas icon menu utama itu ada icon panah, yang bila diketuk akan menampilkan menu berisi sejumlah icon aplikasi. Kita bisa "tarik" atau ketuk icon tersebut untuk memindahkannya ke tengah layar. Sayangnya Sinyal tidak menemukan cara untuk mengembalikan icon dari tengah layar kembali ke menu.

Bila bagian kosong layar "digesek" ke samping, layar akan bergeser dan menampilkan home screen baru. Bedanya, pada home screen ini, di atas icon menu ada icon orang. Ada 8 kontak yang bisa ditambahkan sebagai speed dial.

Sedangkan ketika barisan icon di sisi atas layar diketuk, akan tampil Status Summary.

Kamera
Kamera 3.0MP ada di belakang bodi, di pojok kiri atas. Tak bisa bernarsis-ria karena di sini tak ada cermin. Lampu tambahan pun tak ada. Tombol kameranya ada di kanan bodi, paling bawah. Memencet-tahan sejenak tombol ini akan membuka Camera.

Foto yang bisa dijepret maksimal berukuran 3M (2048x1536). Tambahan setting yang perlu dicatat agaknya Self-timer dengan opsi Off, 3, 5 dan 10 detik, serta Grid screen dengan opsi Off, Simple cross dan Trisection.

Meski icon Camera dan Video recorder terpisah, kita tetap bisa pindah antar moda dengan mudah dari icon yang ada di kiri layar. Video size maksimal yang disediakan adalah 320x240, dengan Set time maksimal No limit. Selama merekam, kita tetap bisa pakai tombol volume untuk zooming.

Foto dan video yang baru selesai dijepret bisa langsung dilihat di Gallery, dikirim via Message, Email atau Bluetooth, di-Edit, atau dihapus. Foto malah bisa langsung dijadikan home screen. Di Cookie ada Muvee studio yang bisa kita pakai untuk editing meski sederhana.

Dengan lensa 3MP, foto maupun video yang dihasilkan terbilang standar.

Hiburan
Music maupun FM radio bisa diakses dengan cepat dari home screen karena LG secara default menaruh icon-nya di menu pintas.

Music dilengkapi Equalizer. Fitur ini lumayan sukses memoles suara sesuai efek yang kita pilih. O ya, Music menyediakan opsi yang memudahkan kita memakai lagu untuk Ringtone, Message tone, Start-up atau Shutdown. Ada pula opsi untuk berbagi lagu favorit lewat Message, Email atau Bluetooth.

FM radio, seperti biasa, mewajibkan kita colok headset lebih dulu. Disediakan Auto scan yang dipakai untuk mencari frekuensi terbaik yang bisa ditangkap di area si pemakai Cookie saat itu berada, serta Listen via speaker untuk mendengarkannya dari speaker eksternal.

Perhatikan, kita bisa setel frekuensi hanya dengan mengetuk kolom frekuensi, lalu memencet angka frekuensi yang kita cari di keypad virtual.

Bermain game di Cookie terasa menarik karena kita bisa manfaatkan sensor gerak ketika bermain. Coba "kocok" ponsel ketika mengocok dadu di Flying dice atau memutar roda di Wheel mania. Sayang, fungsi sensor ini hanya bisa dipakai pada game. Padahal akan lebih menarik bila berfungsi pula untuk ganti wallpaper atau pindah lagu seperti yang sering kami lihat di sejumlah ponsel Cina.

Ngomong-ngomong, Sinyal tidak melihat speaker eksternal selain yang ada di atas layar. Suara yang dihasilkannya jernih, baik ketika kami coba dengar lagu di Music maupun FM radio.

Sebagai alternatif, kita bisa pakai headset. Port headset berada di kiri bodi. Hanya, karena port headset berbagi pakai dengan port charger, otomatis kita tak bisa pakai headset ketika ponsel sedang diisi ulang baterenya. Ini akan terasa mengganggu bagi yang hobi dengar radio.

Tombol volume 2-arah ada di kanan bodi. Jika tombol volume bagian bawah dipencet-tahan, ini akan mengaktifkan moda Silent. Gampang mengingatnya karena ada icon speaker dicoret di dekatnya.

Konektivitas
Port MicroSD ada di kanan bodi sehingga mudah diakses. Pada paket pembelian, LG menambahkan MicroSDHC berkapasitas 4GB buatan SanDisk. Puas-puasin deh menyimpan file apa pun.

Ketika ponsel terkoneksi ke PC via kabel data, layar akan memunculkan opsi-opsi USB connection mode, antara lain PC internet, Mass storage, PC suite, dan Music sync. Kita bisa memilih salah satu opsi sebagai default dari Settings > Connectivity > USB connection mode.

PC internet dipakai untuk menjadikan ponsel sebagai modem. Pada Mass storage, PC akan melihat ada 2 drive di ponsel. Music sync melakukan sinkronisasi dengan Windows Media Player untuk mendapatkan informasi terbaru. Namun perlu dicatat, bahwa ini meminta Windows Media Player versi 11.

Yang Sinyal sayangkan, ponsel ini hanya mendukung sampai EDGE. Setting Internet operator pun sudah dimasukkan, namun entah mengapa kami tetap kesulitan untuk terkoneksi ke dunia maya. Baik browser WAP maupun modem. Ada sesajennya yang masih kurang, mungkin ya?

DENGAN KATA LAIN...
Pengen ponsel bergaya PDAphone berlayar sentuh? LG Cookie adalah kandidat nomor satu!

Sumber: Sinyal

PLUS: Layar sentuh yang luas.

MINUS: Fasilitas serba standar.


SPESIFIKASI LG "Cookie" KP500
Harga : di bawah Rp 3 juta
Jaringan : GSM 850/900/1800/1900
Bentuk : Bar
Dimensi : 106,5x55,4x11,9 mm
Bobot : 89 gram
Batere : Li-ion 3,7V 900mAh (LGIP 570A)
Waktu siaga : rata-rata 4 hari
Waktu bicara : rata-rata 3 jam
Layar : sentuh, 3”, LCD, TFT, 240x400, 262 ribu warna
Memori internal : 50MB (free user memory)
Memori tambahan : MicroSD
Konektivitas antar peranti : Kabel data, Bluetooth
Konektivitas internet : GPRS/EDGE; Browser WAP
Kamera : 3.0 MP
Ringtone : Polifonik
Phonebook : 1000 entri
Messaging : SMS (500 entri), MMS, Email
Aplikasi : Java, Camera, Video camera, Muvee studio, Music, FM radio, Game (Pipe game, Wheel mania, Flying dices, Thomsons & Touch), Browser, Organizer (Calendar, To do, Memo), Alarms, Voice recorder, Drawing Panel, Tools (Calculator; Converter-Currency, Surface, Weight, Length, Temperature, Volume, Velocity; World time; Stopwatch)
Isi paket : charger, headset, kabel data, film proteksi layar, MicroSD

Referensi : Harian Kompas
Baca Selengkapnya......

Haier D1200P, Gratis Internet

On Senin, Maret 09, 2009 4 komentar
Haier D1200P sebenarnya sudah lama meramaikan pasar ponsel CDMA di Tanah Air. Namun baru setelah resmi dibundel dengan perdana Smart melalui paket “Hape 3G Modem Termurah” ponsel bermodus batang ini berani menawarkan 'warna' berbeda.

Harganya lebih murah (Rp. 289.000), plus bonus akses Internet gratis selama enam bulan dengan kapasitas 12GB. Artinya pembeli D1200P dapat menelusuri dunia maya secara cuma-cuma sampai kuota 2GB setiap bulan. Tapi sebelum menguji kualitas Internet ini baiknya kita tilik dulu bagaimana kemampuan ponsel Haier D1200P.

Sepintas bodi Haier D1200P warna putih yang Sinyal terima terlihat kokoh dengan paduan warna casing cukup sedap dipandang. Dominasi warna putih pada bagian muka dipadukan dengan motif silver menghasilkan sebuah kolaborasi warna yang cukup dinamis namun tetap elegan. Dengan desain tersebut bolehlah unsur gaya sedikit diunjuk ponsel batang ini.

Meski bermotif batang desain casing H1200P dibuat dengan gaya sedikit beda, alias tidak standar lurus. Setengah bodi atas ponsel ditarik keluar sehingga terjadi sedikit turunan setelah layar, sementara lekukan pada sepertiga bodi belakangnya dibuat lebih ekstrem. Modus ini bukan tanpa maksud, lekukan akan berfungsi sebagai tumpuan telunjuk supaya pegangan tetap mantap meski casing belakang dibalut ‘kulit’ silver halus.

Untuk input, pemilihan bahan karet yang empuk pada tombol-tombol angka Sinyal rasa cukup efektif untuk mendapatkan kenyamanan mengetik. Apalagi keypad angka ini dibuat dengan pola standar serta parit-parit pemisah cukup berjauhan sehingga pengguna awam pun akan lebih intuitif ketika SMS-an.

Di atas angka-angka berdiri tombol-tombol menu dan navigasi D-Pad yang berguna untuk mengendalikan arah, juga sebagai tombol shortcut menuju profile, phonebook, SMS, dan menu penjadwalan. Sedangkan tombol tengahnya berfungsi sebagai tombol OK dan akses cepat menuju WAP untuk tersambung ke Internet.

Kualitas suara H1200P cukup jernih dan kuat. Ini karena posisi speaker yang menempel di atas layar sehingga berdekatan dengan daun telinga. Untuk mengatur besar volume dapat digunakan tombol arah navigasi (atas-bawah) atau melalui tombol volume yang menempel pada bodi samping.

Sayangnya H1200P ini tidak menyediakan fasilitas loudspeaker. Jadi menelpon harus dipaksakan dengan genggaman sebab pada paket penjualannya pun tidak disediakan headset.

Ada beberapa fasilitas yang perlu digarisbawahi. Layarnya yang cukup lebar (1,8 inci) menjadi leluasa untuk mengekplorasi isi halaman xHTML, performa akses Internet-nya pun cukup baik dengan pengaturan yang sudah disediakan secara otomatis. Namun, kadang-kadang Sinyal menemukan ‘koneksi gagal’.

Fitur lain yang patut dilirik adalah blacklist untuk menolak 10 nomor secara otomatis, dan whitelist yang merupakan kebalikannya (ponsel hanya akan menerima panggilan dari nomor-nomor yang diinginkan). Untuk mengaktifkan fitur ini, masuklah ke menu > Fitur Haier > Incoming Call, masukkan 10 nomor pada blacklist atau whitelist, kemudian aktifkan melalui menu Pengaturan.

Tarif Smart yang hanya Rp 1/detik tentunya memanjakan para maniak telpon untuk berbagi cerita panjang lebar. Sayang untuk kirim SMS cuma disediakan ruang untuk satu SMS. Ini cukup merepotkan bila kita ingin mengirimkan isi SMS lebih dari 160 karakter. Namun, D1200P ini menyediakan fitur 'send group' untuk mengirimkan SMS ke lima nomor sekaligus.

Gebrakan Smart patut diacungi jempol; harga pun terjangkau semua kalangan. Namun yang perlu diperhatikan, ponsel cuma dapat beroperasi pada frekuensi 1900 MHz. Jadi jangan harap Anda bisa menancapkan kartu selain Smart, sebab anggota CDMA lainnya berada pada frekuensi 800 MHz.

Memuaskan tapi Belum Setara 3G
Berbicara kualitas ponsel, bolehlah, D1200P memang memiliki banyak kelebihan di kisaran harga bawah Rp 300.000. Namun, bagaimana dengan kualitas Internet yang digadang sebagai ponsel 3G termurah ini?

Ketika mendapati iklan paket ini Sinyal sedikit heran dengan pesan yang tertera. Bukan klaim termurahnya, tetapi perhatikan bandwidth maksimal yang disediakan. Di sana jelas ditulis maksimal 153 kbps, padahal paket ini mengklaim telah menggunakan jalur 3G alias teknologi EVDO yang harusnya dapat menyediakan akses lebih cepat. Namun, tak apalah dengan kecepatan segitu pun kita masih bisa mengakses Internet maupun berkirim e-mail walau mungkin sedikit tersendat. Masalahnya, apakah bandwith 153 kbps ini jujur?

Untuk menguji kemampuan Internet, D1200P Sinyal alihkan sebagai modem. Uji akses Internet-nya sendiri melalui komputer (PC) Windows XP Service Pack 3, sementara kecepatan akses Internet dipantau dengan mengunjungi situs penguji bandwidth Speedtest yang beralamat di www.speedtest.net. Pengujian dilakukan di dalam ruangan (indoor) di daerah Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, pada dua hari berbeda.

Hasil uji di hari pertama melalui server lokal (Jakarta) mengungkap bandwidth sangat baik dengan angka 172/107 kbps (downlink/uplink) artinya sudah melewati batas iklan yang cuma 153 kbps. Sayang untuk mengakses ke situs luar negeri kecepatannya jauh merosot, yaitu 63/83 kbps.

Referensi : Kompas.com
Baca Selengkapnya......
Seiring kemajuan zaman yang serba instan, telah lazim dijumpai adanya aneka komputer mungil dan mobile. Ini tercermin dari adanya notebook yang kini demikian populer yang juga diikuti oleh sistem barebone (PC mini). Barebone tidak lain adalah unit CPU yang mengalami penyusutan casing. Namun sebuah barebone tetap mengharuskan adanya monitor untuk menampilkan output atau aneka informasi lain. Nah, kini solusi paling gres telah muncul dalam bentuk sebuah monitor yang digabung dengan sebuah komputer seperti model Slim PC dari Sahitel ini.

Sepintas, Sahitel SP703 terlihat tidak lebih dari sekadar monitor LCD biasa. Namun, di balik panel LCD tersebut ternyata tersembunyi seperangkat PC lengkap yang terbungkus casing setebal 4,5cm.

Di dalam casing, tentu saja terdapat komponen PC dengan spesifikasi prosesor Dual Core T2370 1,73GHz, memori DDR2 2GB (dual-channel), serta harddisk IDE 120GB. Tidak lupa disertakan sebuah DVD-RW yang terletak di bagian samping.

Cukup pasangkan mouse dan keyboard, maka jadilah produk ini sebuah LCD PC yang amat praktis. Selain ringan (4,5kg), juga hemat ruang dan irit listrik (hanya membutuhkan sekitar 40 watt).

Sebagai displainya, SP703 menggunakan monitor LCD 17” plus speaker stereo terintegrasi di bagian depan. Kerennya, suara keluaran speaker ini lebih kuat dibandingkan suara dari notebook umumnya. Dalam hal konektivitas, SP703 juga melengkapi dirinya dengan koneksi LAN, 4 buah port USB, card reader 4-in-1 (SD/MMC, MemoryStick/Pro), port D-sub untuk monitor eksternal, dan port audio 3,5” layaknya pada PC. Dipikir-pikir, LCD PC ini jadi mirip dengan notebook juga.

Ditilik dari fitur, jelas Sahitel SP703 memiliki keunggulan dalam hal mobilitas (mudah dibawa pergi) serta hemat ruang dan daya. Anda pun dapat melakukan upgrade beberapa komponen seperti halnya PC, utamanya untuk CPU, memori, dan harddisk (dengan mengesampingkan faktor garansi tentunya).

Namun, PC mungil ini juga memiliki kelemahan, seperti sudut pandang LCD yang rendah (sehingga sulit dilihat bila mata pemakai tidak tegak lurus dengan layar). Fasilitas pengaturan displai juga amat minim karena hanya menyediakan perubahan level brigthness tanpa ada pilihan konfigurasi manual lebih lanjut.

***

InfoKomputer melakukan rangkaian uji pada unit ini meskipun Sahitel SP703 hanya dilengkapi dengan sistem DOS. Dengan sistem Windows Vista, Sahitel SP703 yang memakai Intel Dual Core 1,73GHz ini masih cukup nyaman digunakan meski kami sarankan Anda untuk memakai Windows XP. Skor rata-rata yang ditampilkannya membuat produk ini masih layak digunakan untuk aktivitas kerja dan Internet.

Karena chip grafis yang dipakainya kurang bertenaga, produk ini jelas tidak ditujukan untuk aktivitas gaming. Proses encoding audio sebenarnya juga kurang gegas meski hal ini tidak terlalu penting untuk sebuah PC mini.

Kalau Anda memang lebih mengutamakan aktivitas perkantoran dan Internet sekaligus mementingkan kepraktisan tempat, Sahitel SP703 merupakan salah satu PC yang kami rekomendasikan.

Sumber: InfoKomputer

PLUS: Fisik ramping; hemat daya; bobot ringan; koneksi cukup lengkap; LCD dan speaker terintegrasi; bisa di-upgrade.

MINUS: Displai kurang tajam; kinerja grafis lamban.
SKOR PENILAIAN
(maksimal 5)

Kinerja : 3,75

Fasilitas : 4,25
Penggunaan : 4,5
Harga : 3
SKOR TOTAL : 3,9
Hasil Pengujian

Kami membandingkan Sahitel SP703 dengan Nova Lite PX24 dengan Celeron 1,2GHz dari Asus yang komponennya hampir serupa. Selain kemampuan grafis, kinerja Sahitel SP703 cukup layak disebut baik. Nova Lite unggul dalam hal grafis karena menggunakan chip ATi RV620LE (HD3450) yang memang berada di atas kelas chip Intel 945G.

Pengujian

Sahitel SP703

Asus Nova Lite PX24

Sysmark 2007
42
40
PCMark Vantage
1373
1173
3DMark 2006
212
1449
Cinebench
1502
1060
Encoding Video

47 menit 35 detik

50 menit 26 detik
Encoding Audio

8 menit 46 detik

6 menit 4 detik
Spesifikasi SAHITEL SP703
Prosesor

Intel Dual Core T2370

(1,73GHz, L2 1MB, FSB 533MHz)
RAM

Referensi

2GB, DDR2

Kompas.com

Baca Selengkapnya......

MSI VR220, Notebook 12,1 Inci

On Senin, Maret 09, 2009 0 komentar
Tampilannya terlihat kokoh. Dari samping juga terlihat tidak terlalu tebal. Bobotnya tanpa adaptor 1,824kg. Ditambah adaptor dan kabel, total Anda akan membawa-bawa 2,216 kg – lumayan ya? Maklumlah, MSI VR22 ini paduan antara netbook dan notebook. Maka layarnya 12,1”, lebih lebar dibandingkan netbook, tetapi kalah lebar dibandingkan notebook umumnya.

Warna casingnya hitam mulus, tetapi jika kita buka layarnya akan tampak panel keyboard yang berbingkai warna silver. Kurang padunya warna ini terkesan agak aneh – walaupun ada merek lain yang juga menggunakannya. Namun bingkai hitam pada layar LCD memang menyebabkan layar terlihat lebih menonjol.

Tombol On/Off dan ECO

Agak beda dengan kebiasaan, tombol on/off ditempatkan di bagian tengah atas, tepat di bawah layar Wide LCD-nya yang 12”. Penempatan tombol on/off ini memudahkan akses. Pada kondisi menyala, tombol on/off akan berwarna biru terang.

Sejajar dengan tombol on/off, tepatnya di sisi kirinya, terdapat tiga tombol lain dan tiga LED. Tombol paling kiri berlabel P1, tombol sebelahnya P2, dan tombol yang terletak paling dalam memamerkan icon koneksi nirkabel (Wi-Fi). Tombol P1 adalah yang paling penting, karena merupakan tombol yang membuat hidup kita semakin nyaman. Tombol ECO ini menawarkan lima modus penghematan daya: Gaming, Movie, Presentation, Office, dan Turbo Battery. Pilihlah Turbo Battery jika ingin mendapatkan daya tahan batere yang panjang.

Sementara itu tombol P2 digunakan untuk mengaktifkan/mematikan fungsi Webcam yang fisiknya terpasang di tengah panel atas layar, lengkap dengan jajaran lubang mikropon. Jika aplikasi Camera Record Renderer sudah dipasang, kita bisa merekam kegiatan di depan Webcam sebagai klip video dalam format AVI pada resolusi 640x480.

Tersedia opsi untuk membatasi rekaman Webcam selama 10 detik. Selain itu brightness, contrast, hue, saturation, sharpness, gamma, white balance, gain dapat diatur. Hasil rekamannya bagus, jernih, dengan warna yang cukup akurat. Namun bila di-zoom sampai selebar layar, tampilan tampak kurang solid. Selain itu suara yang diambil via mikropon internal di sisi Webcam kurang kuat terekam.

Speaker Kurang Nyaring

Speaker berada di sisi kiri dan kanan wilayah tombol ini, melebar sepanjang keyboard. Suara yang dikeluarkan bervariasi, tergantung sumber. Adakalanya musik MP3 kami terdengar kurang kuat, kendati sudah disetel pada volume tertinggi, 100%, melalui Windows Media Player. Namun suara Katon yang melantunkan lagu Negeri Di Awan terdengar keras dan cukup baik. Lain halnya dengan sebuah DVD lama. Film yang dibintangi oleh Richard Gere dan J.Lo, Shall We Dance?, bahkan masih terdengar sayup-sayup saat diputar pada volume maksimal.

Keyboard dan LCD Lebar

Karena fisiknya lebar, keyboard pada notebook ini juga cukup lebar ukurannya, full-sized. Jarak antartombol lebar sehingga keyboard enak dipakai untuk mengetik, kendati kita harus menekan agak keras di sini, dan mendengarkan bunyi tak-tik untuk setiap tombol yang ditekan. Untungnya touchpad-nya yang luas nikmat: cukup mulus. Sayang kedua tombol di bawah touchpad itu juga perlu tekanan agak kuat.

Layar 12,1”-nya cukup terang dan jelas pada resolusi 1280x800. Sudut pandang vertikalnya baik, tetapi dipandang dari arah samping layar akan tampak agak redup dan terlihat efek pantulan.

Kiri, Kanan, Depan, Belakang

Dari sisi kelengkapan, VR220 ini lengkap. Di sisi kanan ada masing-masing satu lubang untuk security lock, port VGA, port RJ45, dan port USB. Di sisi kanan paling depan terdapat DVD Multi Drive, yang bisa digunakan untuk menulisi CD-R/CD-RW maupun membaca keping DVD.

Sisi kiri menampilkan urut dari arah belakang: jack DC-in, kisi-kisi ventilasi, port antena untuk TV tuner (digital), port USB, jack RJ11, port USB, dan 3-in-1 card reader. Card reader ini bisa menerima tiga jenis kartu: Secure Digital (SD), MMC (multimedia card), dan MS (Memory Stick).

Saat kami coba, kartu SD yang kami selipkan tidak semuanya masuk ke dalam slot; tersisa sedikit di luar slot. Card reader ini menggunakan sistem pegas, jadi untuk mengeluarkan kartu kita tinggal menekan kartu ke arah dalam, dan kartu akan didorong ke arah luar.

Di atas card reader tampak sebuah penutup karet yang sayangnya tidak bisa dibuka. Namun menilik ukurannya, kemungkinan itu adalah slot untuk ExpressCard. Sebenarnya masih ada satu penutup karet yang juga tidak bisa dibuka, yakni yang diapit oleh port RJ11 dan port USB. Yang ini kelihatannya adalah port HDMI.

Di arah depan sisi kanan, terlihat dua jack. Yang letaknya dekat lokasi touchpad adalah jack mikropon dan tepat di sebelahnya adalah jack untuk headphone. Di ujung paling kanan hadir empat LED, masing-masing mengindikasikan status Sleep, Batere, Wireless, dan Akses Harddisk (warna hijau).

Bagian belakang notebook ini bersih dari pernak-pernik.

Kinerja

Notebook 12” ini dimotori oleh Intel Pentium T3200 2GHz dengan memori 2GB. Hasil uji 3Dmark 2006-nya 604, tidak spektakuler. PCMark Vantage pun mencatatkan skor 2569, yang sedikit di bawah rata-rata ultraportabel umumnya. Namun untuk menunjang kegiatan sehari-hari notebook ini termasuk mumpuni. Bisa diajak multitasking – mengetik dengan MS Word, berselancar via Wi-Fi dengan MS Internet Explorer sambil mendengarkan musik dari DVD – tanpa menyebabkan hang. Dipakai main game pun oke.

O ya, MSI VR220 mengemaskan harddisk Western Digital 160GB (bisa di-upgrade sampai 320GB). Kinerja harddisk gegas: kami tuntas menyalinkan 13,9GB data (4001 file dalam 417 folder) dari USB flash disk Kingston DataTraveler 150 32GB ke harddisk MSI VR220 dalam tempo 11 menit 23 detik. Ini berarti laju transfer 20,84MB/s.

Sementara itu baterenya yang tipis nan langsing itu disebutkan berkekuatan 2800mAh, 14,4V. Tidak heran jika daya tahan batere agak minim, hanya 47 menit, saat diuji dengan Battery Eater 05.

***

Jika menilik skor ujinya (lihat tabel), MSI VR220 ini cocok disebut sebagai notebook value. Fasilitas dan kinerjanya di atas netbook, tetapi tidak bisa menyamai notebook kelas atas. Ukurannya lebih kecil dari notebook (kecuali Dell Inspiron Mini 12), tetapi lebih besar dibandingkan netbook.

Wiwiek Juwono

PLUS: Layar dan keyboard lebar; fisik tipis; tombol ECO; port modem dan LAN.

MINUS: Keyboard kurang empuk; daya tahan batere.

SKOR PENILAIAN

(maksimal 5)
Kinerja: 4
Fasilitas: 4
Penggunaan: 4,1
Harga: 4
SKOR TOTAL: 4,02
Hasil Uji

Sebenarnya kami ingin membandingkan MSI VR220 ini dengan Dell Inspiron mini 12 yang sama-sama berlayar 12,1”. Namun ini tidak adil mengingat Dell menggunakan prosesor Intel Atom Z530 (Silverthorne) 1,6GHz, sedangkan milik MSI adalah Intel Pentium Dual CPU T3200 2GHz.

Karena itu, kami memilih untuk membandingkannya dengan Lenovo IdeaPad G430 yang prosesornya sama. Ini kendati layar Lenovo lebih lebar, 14,1”, dan memorinya lebih kecil (1GB). Jika ditilik dari hasil ujinya, skor-skor MSI – kecuali daya tahan batere - sedikit unggul dibandingkan Lenovo.

Uji

MSI VR220 (Intel Pentium Dual CPU T3200 2GHz, RAM 2GB, Intel GMA 4500MHD, 12,1”, Win Vista Ultimate)

Lenovo IdeaPad G430 (Intel Pentium Dual CPU T3200 2GHz, RAM 1GB, Intel GMA X4500 , 14,1”, Win Vista Home Basic)

Kinerja


Cinebench R10
3568 CB-CPU
3491 CB-CPU

4 menit 7detik
4 menit 13 detik
PCMark Vantage
2569
2169
Membuat video
170
34
Encoding Video
19 menit
19 menit 24 detik
Encoding Audio
3 menit 31 detik
3 menit 38 detik
3DMark 2006
604
631
Daya Tahan Batere


Memutar HD Video
1 jam 25 menit 57 detik
1 jam 42 detik
Battery Eater 05
47 menit 3 detik
1 jam 3 menit
SPESIFIKASI MSI VR220
Prosesor : Intel Pentium Dual CPU T3200 2GHz

RAM : DDR2 667 2GB (maksimal 4GB)

Chipset : Intel GL40 + ICH9M

Kartu grafis : Mobile Intel 4 Series Express (GMA 4500M)
Kartu Suara : Realtek High Definition Audio (ALC888)

Harddisk : WDC WD1600BEVT-22ZCT0 160GB

Optical drive : DVD Super Multi Optiarc AD-7560S ATA

Fasilitas : LAN, Wi-Fi 802.11 b/g/n, Bluetooth, 3-in-1 card reader (SD/MMC/MS), 3 USB, kamera Web 1,3MP, port VGA, jack mike, jack headhone, modem

Layar : 12,1" WXGA 1280x800 pixel

Sistem Operasi : -

Batere : Li-Ion 14,4V 2800mAh

Dimensi : 30,3x23,1x (2,4 - 3,0) cm

Bobot (termasuk batere 4-cell): 1, 824kg

Garansi : 1 tahun (batere, suku cadang, ongkos)

Situs Web : www.msi.com.tw
Baca Selengkapnya......
Grab this Widget ~ Blogger Accessories

Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional

Tulisan Terbaru

isine